Sejarah


1.1. UNIX

Dahulu, sekitar lebih dari 30 tahun yang lalu, komputer masih memiliki ukuran yang besar (sebesar rumah, bahkan stadion), dan tiap-tiap komputer memiliki sistem operasi yang berbeda. Perangkat lunak (software) selalu disesuaikan untuk tujuan-tujuan tertentu, dan perangkat lunak yang ditujukan untuk satu sistem, tidak dapat digunakan pada sistem yang lain. Dengan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan suatu sistem, belum tentu dapat bekerja dengan sistem yang lain. Tentunya hal ini sangat menyulitkan pengguna (user) dan pengelola sistem (system administrator) tersebut.

Pada tahun 1969, sebuah tim yang terdiri dari para pengembang di Bell Labs Laboratories, mulai bekerja untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan perangkat lunak yang sedang terjadi. Mereka mengembangkan sebuah sistem operasi baru yang:

1. Sederhana dan elegan.
2. Ditulis dalam bahasa pemrograman C sebagai pengganti dari kode mesin (assembly code).
3. Kode-kode yang digunakan dapat digunakan kembali (recycle).

Para pengembang dari Bell Labs menamakan proyek mereka “UNIX”.

Kemampuan untuk menggunakan kembali kode-kode yang ada merupakan fitur yang sangat penting. Kemudian, semua sistem komputer yang tersedia secara komersial menggunakan sistem operasi yang kode-kodenya dibuat khusus untuk satu sistem. UNIX sebenarnya hanya membutuhkan sebagian kecil dari kode-kode spesial tersebut, yang saat ini secara umum dinamakan “kernel”. Sistem operasi dan semua fungsi-fungsi lainnya dibuat dan dibangun berdasarkan kernel tersebut dan ditulis dalam bahasa pemrograman yang lebih tinggi, C. Bahasa pemrograman tersebut dikembangkan secara khusus untuk membuat sistem UNIX. Dengan menggunakan tehnik baru ini, untuk mengembangkan sistem operasi yang dapat digunakan pada berbagai tipe perangkat keras (hardware) menjadi jauh lebih mudah.

Kemudian mulai dikembangkan komputer dengan ukuran yang lebih kecil dan pada akhir tahun 80-an, sudah banyak orang yang memiliki komputer rumah (home computer). Pada saat itu, terdapat berbagai versi dari UNIX yang tersedia untuk arsitektur komputer pribadi (personal computer, PC), tetapi tidak ada satupun yang benar-benar bebas (free), dan yang lebih penting lagi: lambat, sehingga kebanyakan orang menggunakan MS DOS atau Windows 3.1.

1.2. Linus dan Linux

Pada awal tahun 90-an, komputer rumah sudah sudah mampu untuk menggunakan sistem UNIX yang lengkap. Linus Torvalds, seorang pemuda yang sedang mempelajari ilmu komputer di University of Helsinki, berpikir bahwa merupakan sebuah ide yang bagus untuk memiliki sebuah versi UNIX yang bebas untuk digunakan bagi kalangan akademisi, dan dia mulai membuat kode-kodenya.

Linus mulai bertanya, mencari jawaban dan solusi yang dapat membantunya mendapatkan UNIX untuk komputer pribadinya. Berikut ini merupakan satu dari post pertamanya di comp.os.minix pada tahun 1991:

From: torvalds@klaava.Helsinki.FI (Linus Benedict Torvalds)
Newsgroups: comp.os.minix
Subject: Gcc−1.40 and a posix−question
Message−ID: <1991Jul3.100050.9886@klaava.Helsinki.FI>
Date: 3 Jul 91 10:00:50 GMT
Hello netlanders,
Due to a project I’m working on (in minix), I’m interested in the posix standard definition. Could somebody please point me to a (preferably) machine−readable format of the latest posix rules? Ftp−sites would be nice.

Dari awal, sudah merupakan tujuan dari Linus sendiri untuk mendapatkan sebuah sistem yang bebas dan sepenuhnya sesuai dengan UNIX yang asli. Karena itulah Linus menanyakan tentang standar-standar POSIX. POSIX masih menjadi standar untuk UNIX.

Pada masa itu, plug and play belum ditemukan, tetapi begitu banyak orang yang tertarik untuk memiliki sistem UNIX milik mereka sendiri. Drivers baru menjadi tersedia bagi semua jenis perangkat keras, dalam kurun waktu yang begitu cepat. Sampai-sampai ketika sebuah perangkat keras baru tersedia, seseorang membelinya dan menyerahkannya ke tempat testing linux. Ketika sistem tersebut secara bertahap mulai diinginkan orang, semakin banyak kode-kode bebas yang tersedia, bahkan dalam cakupan perangkat keras yang lebih luas. Para pembuat kode (coder) tidak hanya berhenti pada komputer pribadi mereka saja, setiap perangkat keras yang mereka temukan akan berguna bagi linux.

Kemudian para pembuat kode tersebut dipanggil dengan sebutan “nerds” atau “freaks”, tapi hal itu bukan merupakan suatu masalah bagi mereka, selama dukungan terhadap perangkat keras semakin bertambah. Terima kasih untuk orang-orang tersebut, sekarang linux tidak hanya ideal untuk digunakan pada komputer pribadi tetapi juga bisa digunakan pada perangkat keras tua yang tidak akan berguna bila linux tidak ada.

Dua tahun setelah Linus mengirimkan post, pengguna linux sudah mencapai 12000 orang. Semua fitur yang dimiliki UNIX ditambahkan dalam selang waktu beberapa tahun setelah itu, yang berakibat pada semakin matangnya linux pada masa sekarang ini. Linux merupakan tiruan lengkap (full clone) dari UNIX, cocok untuk digunakan pada workstation, begitu juga dengan server kelas menengah dan kelas atas. Saat ini, banyak pemain penting pada pasar perangkat keras dan perangkat lunak memiliki tim pengembang linux sediri.

1.3. Aplikasi-aplikasi yang terdapat pada sistem linux

Saat ini linux sudah bergabung dalam pasar desktop. Pada awalnya para pengembang linux berkonsentrasi pada jaringan (networking) dan layanan-layanannya (services), dan aplikasi perkantoran merupakan penghalang terakhir yang harus di jatuhkan. Kita tentunya tidak ingin mengakui bahwa microsoft-lah yang menjadi pemimpin pasar, oleh karena itu selama beberapa tahun terakhir ini telah diupayakan berbagai alternatif untuk membuat linux menjadi salah satu pilihan alternatif untuk digunakan pada workstations, menyediakan antar muka pengguna (user interface) yang mudah dan aplikasi perkantoran yang mirip dengan yang dimiliki oleh microsoft, seperti pengolah kata (word processor), lembar kerja (spreadsheets), presentasi (presentations), dan sejenisnya.

Pada sisi server, linux sudah dikenal sebagai platform yang stabil dan dapat diandalkan, menyediakan layanan basis data dan pertukaran barang untuk perusahaan seperti amazon, toko buku online yang sudah populer, US Post Office, German Army, dan sejenisnya. Terutama penyedia internet dan penyedia jasa layanan internet sudah menggunakan linux sebagai firewall, proxy, dan web server, dan anda akan menemukan boks linux pada hampir setiap pengelola sistem UNIX yang menghargai lingkungan yang nyaman untuk dikelola. Clusters dari mesin linux sudah digunakan pada pembuatan film seperti titanic, shrek, dan lainnya. Di kantor pos, linux merupakan saraf pusat yang merutekan surat-surat dan digunakan sebagai sebuah mesin pencari (search engine) yang besar, dan juga digunakan untuk pencarian melalui internet. Hal-hal tersebut diatas hanya merupakan sebagian kecil dari ratusan pekerjaan berat yang dikerjakan linux dari hari-kehari di seluruh dunia.

Perlu diperhatikan juga bahwa linux modern tidak hanya digunakan pada workstations, server kelas menengah dan kelas atas, tetapi juga pada gadgets, seperti PDA, peralatan bergerak (mobiles), robot, bahkan sebuah jam tangan. Hal tersebut membuat linux menjadi satu-satunya sistem operasi di dunia yang dapat digunakan pada berbagai jenis perangkat keras.

2. ANTAR MUKA PENGGUNA (USER INTERFACES)

2.1 Apakah linux sulit untuk digunakan?

Apakah linux sulit atau tidak untuk digunakan itu tergantung pada orang yang anda tanyai. Pengguna UNIX yang sudah berpengalaman tentu akan mengatakan tidak, karena linux merupakan sistem operasi yang ideal bagi pengguna tingkat mahir dan para pembuat program (programmers), karena linux memang dibuat dan dikembangkan oleh orang-orang tersebut.

Segala yang diinginkan oleh pembuat program sudah tersedia: compilers, libraries, dan sarana untuk perbaikan dan pengembangan (debugging and development tools). Paket-paket tersebut sudah menjadi bagian dari setiap distribusi linux. Semua dokumentasi dan petunjuk penggunaan (manual) ikut disertakan, bahkan contoh-contohnya juga sering disertakan, sehingga anda dapat bekerja kapanpun anda mau. Linux mirip dengan UNIX dan berpindah dari UNIX ke Linux maupun sebaliknya merupakan hal yang biasa.

Pada awal perkembangan linux, menjadi seorang ahli merupakan suatu keharusan untuk dapat menggunakan sistem tersebut. Sudah merupakan hal yang biasa untuk memberitahu pengguna baru supaya membaca petunjuk penggunaan (read the manual first, RTMF).

2.2 Linux untuk pengguna yang kurang berpengalaman

Perusahaan-perusahaan seperti RedHat, SUSE, dan Mandriva sudah menyediakan distribusi linux yang sudah dipaket sedemikian rupa sehingga dapat digunakan secara masal. Mereka telah mengintegrasikan antar muka pengguna yang sudah menggunakan modus grafis (graphical user interface, GUI), yang dikembangkan oleh komunitas, dan bertujuan untuk memudahkan pengelolaan program dan layanan-layanannya.

Saat ini anda bisa masuk ke sistem (log in) dalam modus grafis dan dapat menjalankan semua aplikasi yang diinginkan tanpa harus mengetikkan satu karakterpun, dan anda pun masih bisa mengakses inti dari sistem jika diinginkan. Karena struktur yang dimilikinya, linux cocok untuk digunakan oleh pengguna baru maupun pengguna yang sudah berpengalaman. Pengguna baru tidak dipaksa untuk mengerjakan hal-hal yang sulit, selagi pengguna yang sudah berpengalaman tidak dipaksa untuk bekerja seperti pada saat mereka pertama kali mempelajari linux.

Para pengembang aplikasi untuk desktop sudah memberikan kontribusi yang luar biasa untuk membuat desktop paling bagus yang pernah anda lihat, atau untuk membuat sistem linux anda mirip dengan microsoft windows atau macintosh. Pengembangan terakhir juga mendukung akselerasi 3D dan dukungan terhadap peralatan USB, klik tunggal (single click) untuk memperbaharui sistem dan paket-paket yang tersedia, dan lain sebagainya. Linux memiliki semua hal tersebut, dan berusaha untuk menyediakan semua layanan yang ada dalam bentuk yang logis supaya orang biasa dapat memahaminya.

Dibawah ini terdapat beberapa alamat web yang dapat menunjukkan seperti apa linux desktop itu:

http://www.gnome.org
http://www.kde-org/screenshot/
http://www.openoffice.org
http://www.mozilla.org

3. APAKAH LINUX MEMILIKI MASA DEPAN?

3.1. Sumber terbuka (open source)

Ide dibalik perangkat lunak bertipe sumber terbuka sebenarnya sederhana: ketika para pembuat program dapat melihat, merubah dan mendistribusikan kode-kode yang digunakan, maka kode-kode tersebut akan menjadi matang dan lebih baik. Orang-orang dapat mengadaptasi, memperbaiki, membetulkan kesalahan (debug), dan mereka dapat melakukannya dalam waktu yang lebih cepat. Perangkat lunak tersebut akan menjadi lebih fleksibel, dan memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan dengan perangkat lunak yang dikembangkan menggunakan metode yang umum, karena lebih banyak orang yang sudah mengujinya pada kondisi yang berbeda-beda.

Inisiatif sumber terbuka sudah mulai mempengaruhi dunia komersial, dan secara perlahan, vendor-vendor komersial mulai memahami maksudnya. Sekarang linux sudah menunjukkan bahwa linux bukanlah sebuah sistem yang khusus untuk para akademisi, dimana hanya akan bermanfaat jika digunakan oleh orang-orang yang memiliki latar belakang teknis.

Linux menyediakan lebih dari sekedar sebuah sistem operasi: karena memiliki semua infrastruktur yang mendukung dalam pembuatan sistem operasi, pembuatan dan pengetesan program, menyediakan segalanya untuk penggunanya, perawatan sistem, pembaharuan sistem, dukungan, dan perubahan terhadap sistem, dan lain sebagainya. Saat ini linux sudah siap untuk menghadapi tantangan dari dunia yang berkembang dengan pesat.

3.2. Dengan pengalaman selama 10 tahun siap melayani anda

Ketika linux mungkin merupakan inisiatif sumber terbuka yang paling terkenal, ada proyek lain yang juga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam perkembangan sistem operasi linux. Proyek itu dinamakan SAMBA, berfungsi sebagai file and print server yang dapat digunakan pada lingkungan gabungan antara microsoft windows dan linux.

Mungkin yang lebih sukses dari proyek SAMBA adalah proyek Apache HTTP Server. Server apache dapat berjalan pada Windows, UNIX, dan banyak sistem operasi yang lain. Awalnya terkenal dengan sebutan “A PAtCHy server”, berbasiskan pada kode-kode yang sudah ada dan beberapa seri dari “patch files”, nama dari kode-kode yang sudah matang diharapkan dapat dikonotasikan dengan suku asli dari amerika, apache, yang terkenal akan kemampuan berperang yang hebat dan daya tahan yang tinggi. Apache sudah menunjukkan performa, kecepatan, kestabilan, dan kelebihan fitur-fitur yang dimilikinya dibandingkan dengan server web lainnya. Apache digunakan pada situs yang memiliki jutaan tiap harinya.

Dalam kategori aplikasi perkantoran, tersedia aplikasi yang mirip dengan Microsoft Office, mulai dari yang mirip sebagian, sampai implementasi penuh dari aplikasi yang tersedia pada MS Windows. Inisiatif tersebut memberikan kontribusi yang besar untuk membuat linux dapat diterima dalam pasar desktop, karena pengguna tidak memerlukan pelatihan tambahan untuk menggunakan sistem yang baru.

Komunitas sumber terbuka, yang terdiri dari banyak orang yang sudah memberikan kontribusi selama sepuluh tahun, memastikan posisi linux sebagai salah satu pemain penting dalam pasar desktop begitu juga dengan aplikasi teknologi informasi. Semakin banyak pengguna, tentunya semakin banyak pula pertanyaan yang muncul. Komunitas sumber terbuka memastikan bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut terus ada, dan selalu mengamati kualitas dari jawaban-jawaban tersebut.

4. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN LINUX

4.1. Kelebihan linux

Kebanyakan dari kelebihan linux berasal dari sumbernya, UNIX, kecuali kelebihan yang pertama, tentunya:

1. Bebas (free)
Jika anda tidak ingin mengeluarkan apapun, bahkan tidak perlu membayar harga CD-nya, linux dapat di download dari internet tanpa dipungut biaya sepeserpun. Tidak ada biaya registrasi, tidak ada biaya untuk tiap penggunanya, bebas pembaharuan sistem, dan kode sumber tersedia secara bebas jika anda ingin merubah perilaku dari sistem yang anda gunakan.

Lisensi yang umum digunakan adalah “GNU Public License (GPL)”. Dalam lisensi tersebut disebutkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk melakukan perubahan dan mendistribusikan kembali perangkat lunak yang sudah dimodifikasi tersebut, asalkan kode-kode pembuat programnya masih tersedia setelah pendistribusian.

2. Linux bisa digunakan pada berbagai macam tipe perangkat keras
Sebuah vendor yang ingin menjual sebuah tipe komputer baru dan tidak tahu sistem operasi apa yang akan digunakan pada mesinnya (katakanlah CPU dalam mobil atau mesin pencuci), dapat menggunakan kernel linux dan membuatnya dapat berjalan pada perangkat keras tersebut, karena dokumentasi yang berhubungan dengan aktifitas tersebut tersedia secara bebas.

3. Linux diciptakan untuk selalu bekerja
Sama halnya dengan UNIX, sebuah sistem linux diharapkan untuk dapat tetap bekerja tanpa perlu melakukan restart atau reboot. Itulah mengapa banyak tugas-tugas (tasks) yang dikerjakan pada malam hari atau sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, menghasilkan ketersediaan sumber daya yang tinggi pada saat periode-periode sibuk dan penggunaan perangkat keras yang lebih seimbang. Kemampuan ini memungkingkan linux untuk di terapkan pada lingkungan dimana orang-orang tidak memiliki waktu atau peluang untuk mengendalikan sistemnya siang dan malam.

4. Aman
Model keamanan yang digunakan linux berbasiskan pada ide-ide keamanan yang digunakan UNIX, yang terkenal akan ketangguhan dan kualitas yang sudah terbukti. Linux tidak hanya berfungsi sebagai benteng untuk melindungi serangan yang datang dari internet, tetapi juga dapat beradaptasi dengan situasi yang lain, dengan menyediakan keamanan yang juga memiliki standar tinggi. Mesin anda akan memiliki tingkat kemanan yang sama dengan firewall yang anda gunakan.

5. Fleksible
Linux bisa diterapkan pada perangkat genggam yang menggunakan memory sebesar 2 MB sampai ke media penyimpanan sebesar satu PB (PetaByte), anda tinggal menambahkan atau mengurangi paket-paket yang ada dan linux akan sesuai untuk digunakan pada perangkat tersebut.

6. Sistem operasi linux dan beberapa aplikasi di linux memiliki waktu perbaikan yang reatif singkat
Karena linux dikembangkan dan dites oleh banyak orang, maka baik kesalahan (errors) maupun orang yang dapat memperbaiki kesalahan tersebut biasanya dapat ditemukan dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan, kadang selang waktu antara penemuan masalah dan perbaikan masalah hanya dalam hitungan jam.

4.2. Kekurangan linux

1. Banyaknya jumlah distribusi linux yang berbeda.
Seperti yang dikatakan orang roma, “Quot capites, tot rationes”, semakin banyak orang semakin banyak pula pendapat. Pada kesan pertama, jumlah distribusi linux yang tersedia dapat menjadi sebuah hal yang menakutkan, atau suatu hal yang konyol, tergantung dari sudut pandang anda. Tetapi hal tersebut juga berarti bahwa setiap orang akan menemukan apa yang diinginkannya. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli untuk dapat menemukan distribusi yang sesuai dengan keinginan anda.

Ketika ditanya, biasanya pengguna linux akan mengatakan bahwa distribusi linux yang paling bagus adalah versi spesifik yang dia gunakan. Jadi, mana yang harus anda pilih? Jangan terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Setiap distribusi hanya memiliki perbedaan pada paket-paket yang disertakan. Strategi yang paling baik adalah dengan mencoba beberapa distribusi, sayangnya tidak semua orang memiliki waktu untuk melakukannya. Untungnya, terdapat banyak tutorial yang dapat membantu anda untuk menentukan distribusi yang sesuai. Mudahnya, silahkan googling dengan kata kunci seperti “choosing your distribution”.

2. Tidak begitu mudah untuk digunakan (not very user friendly) dan membingungkan bagi pengguna baru.
Bisa dibilang bahwa linux, setidaknya sistem intinya, memang lebih sulit digunakan daripada MS Windows dan jauh lebih sulit lagi bila dibandingkan dengan MacOS, tetapi seiring dengan popularitas linux, banyak tersedia dokumentasi dan tutorial yang membuat linux lebih mudah untuk digunakan, khususnya bagi pengguna baru. Lebih banyak informasi dirilis setiap harinya, untuk mengisi kekosongan dokumentasi yang tersedia bagi pengguna dari semua level.

3. Apakah produk sumber terbuka dapat dipercaya?
Bagaimana mungkin sesuatu yang begitu bebas juga dapat diandalkan? Pengguna linux memiliki pilihan apakah akan menggunakan linux atau tidak, yang akan memberikan lebih banyak kelebihan dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan perangkat lunak yang bersifat tertutup yang tidak memiliki kebebasan seperti yang linux berikan. Setelah mengalami pengetesan dalam periode yang cukup lama, kebanyakan pengguna linux mengambil kesimpulan bahwa linux tidak hanya bagus, dan dalam kebanyakan kasus juga lebih baik dan lebih cepat. Jika saja linux tidak dapat dipercaya, pastilah sudah lama hilang dan tidak akan memiliki popularitas seperti sekarang ini, dengan jutaan pengguna. Sekarang pengguna dapat menyebar-luaskan dan berbagi pengetahuan dengan komunitas-komunitas yang ada, sehingga sistem linux menjadi semakin bagus setiap harinya. Linux merupakan proyek yang tidak akan pernah selesai, itu benar adanya, tetapi dalam lingkungan yang selalu berubah, linux juga merupakan proyek yang terus berkembang menuju kesempurnaan.

5. BERBAGAI MACAM “RASA” LINUX

5.1. Linux dan GNU

Walaupun terdapat begitu banyak implementasi linux yang berbeda, anda akan menemukan banyak kesamaan pada tiap-tiap distribusi yang berbeda. Dengan menginstall sistem linux, itu hanya merupakan awal dari hubungan jangka panjang yang akan terjadi. Ketika anda baru saja berfikir bahwa anda memiliki sistem yang berjalan dengan baik, linux akan merangsang imaginasi dan kreatifitas anda, dan ketika anda menyadari lebih banyak tentang apa yang dapat diberikan oleh sistem anda, maka anda akan mencoba untuk mengeksplorasi sampai batasnya.

Linux mungkin terlihat berbeda, tergantung distribusi, perangkat keras dan selera pribadi anda, tetapi inti dari sistem tetaplah sama. Sistem linux berbasiskan utilitas dari “GNU (GNU’s not UNIX)”, yang menyediakan satu set standar untuk mengelola dan menggunakan sistem. Semua utilitas dari GNU bersifat sumber terbuka, jadi dapat digunakan pada semua sistem. Kebanyakan distribusi menawarkan paket-paket utilitas yang umum, seperti paket-paket RPM pada RedHat dan paket-paket Debian (juga disebut deb atau dpkg) pada Debian, jadi anda tidak perlu menjadi seorang pembuat program untuk dapat menginstal paket pada sistem anda. Bagaimanapun juga, jika anda suka untuk melakukan semua hal tersebut, anda akan lebih menyukai linux, karena kebanyakan distribusi menyediakan satu set lengkap utilitas untuk pengembangan, yang memperbolehkan anda untuk menginstal perangkat lunak, murni dari kode sumbernya (source code). Cara instalasi tersebut membuat anda dapat menginstall perangkat lunak meskipun tidak tersedia versi yang sesuai untuk sistem anda.

Daftar beberapa perangkat lunak dari GNU:

– Bash : GNU shell
– GCC: GNU C Compiler
– GDB : GNU Debugger
– coreutils : satu set utilitas berbasiskan UNIX, seperti ls, cat dan chmod
– findutils : untuk mencari dan menemukan file
– fontutils : untuk merubah format huruf
– The GIMP : GNU Image Manipulation Program
– GNOME : GNU Network Object Model Environment

Untuk menginstal paket yang belum ada atau paket baru anda akan membutuhkan aplikasi pengelola perangkat lunak (package manager). Impelementasi yang paling banyak digunakan adalah RPM, dpkg, dan Ximian Red Carpet. RPM merupakan RedHat Package Manager, yang digunakan pada beberapa macam distribusi linux. Dpkg merupakan sistem pengelolan paket milik Debian, yang menggunakan antar muka yang disebut apt-get, bisa juga digunakan untuk mengelola paket RPM. Ximian Red Carpet merupakan implementasi dari pihak ketiga atas RPM, yang menggunakan tampilan grafis. Perangkat lunak dari pihak ketiga lainnya mungkin memiliki prosedur instalasi sendiri-sendiri, kadang kala menggunakan InstallShield, seperti yang digunakan oleh MS Windows dan platform yang lain. Ketika anda sudah mahir menggunakan linux, anda mungkin akan tertarik dengan salah satu perangkat lunak tersebut.

5.2. GNU/Linux

Kernel linux (tulang dari sistem anda) bukanlah bagian dari proyek GNU tetapi menggunakan lisensi yang sama seperti perangkat lunak dari GNU. Sebagian besar dari utilitas dan sarana pengembangan (daging dari sistem anda), yang bukan merupakan bagian dari linux, diambil dari proyek GNU. Karena semua sistem baru dapat dikatakan berguna bila memiliki keduanya, baik kernel dan paling tidak satu set minimal utilitas, beberapa orang berpendapat bahwa sistem yang seperti itu seharusnya disebut sebagai sistem GNU/Linux.

5.3. Distribusi mana yang sebaiknya saya gunakan?

Berdasarkan pada proses instalasi, faktor yang paling penting adalah perangkat keras yang anda gunakan. Karena setiap distribusi linux memiliki paket-paket dasar dan dibuat untuk dapat menyesuaikan dengan hampir semua hal yang dibutuhkan (karena semua distribusi tersebut menggunakan kernel linux), anda hanya perlu mempertimbangkan apakah distribusi tersebut dapat digunakan pada perangkat keras anda. LinuxPPC misalnya, dibuat untuk digunakan pada platform macintosh dan PowerPC lainnya dan tidak akan bisa digunakan pada PC yang berbasiskan x86.

Beberapa distribusi linux di optimalkan untuk digunakan pada tipe processor tertentu, imisalnya, walaupun sebenarnya distribusi tersebut masih dapat digunakan pada platform intel 486, 586 dan 686. Kadang, distribusi yang ditujukan untuk tipe processor tertentu tidaklah setangguh distrbusi lainnya, karena hanya dites oleh beberapa orang saja.

Kebanyakan distribusi linux menawarkan satu set perangkat lunak yang ditujukan untuk komputer pribadi pada umumnya dengan paket-paket spesial yang berisi kernel yang sudah dioptimalkan untuk processor berbasiskan intel x86. Distribusi-distribusi tersebut sudah dites dengan baik dan dirawat dengan baik pula, memfokuskan pada implementasi server yang dapat diandalakan dan proses instalasi dan prosedur pembaharuan sistem yang mudah. Contohnya adalah Debian, Ubuntu, Fedora Core, SUSE dan Mandriva, dimana sampai saat ini masih merupakan sistem linux yang paling populer dan biasanya dianggap sebagai sistem yang mudah untuk digunakan oleh para pengguna awal, selagi tidak menghalangi para professional untuk dapat mengeluarkan semua kemampuan yang dimiliki sistem mereka. Linux juga bisa digunakan pada laptop. Driver untuk perangkat keras baru akan disertakan setelah dilakukan pengetesan secara intensif, sehingga kestabilan sistem tetap terjaga.

GNOME mungkin menjadi desktop standar yang digunakan pada suatu sistem, tetapi pada sistem yang lain mungkin akan menggunakan KDE sebagai desktop standarnya. Biasanya, baik GNOME maupun KDE sudah tersedia pada semua distribusi linux mayor (major distribution). Window dan desktop manager lain juga tersedia bagi pengguna yang sudah berpengalaman, seperti Window Maker, XFCE, Enlightenment, IceWM, NextStep, XGL, dan lain-lain.

Proses instalasi standar memperbolehkan pengguna untuk memilih tipe-tipe instalasi yang berbeda, seperti workstations, laptop, server, dll. Setiap tipe instalasi menawarkan pilihan paket yang berbeda. Anda tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan.

Tujuan dari tutorial ini adalah untuk diimplementasikan kepada semua distribusi linux. Untuk kenyamanan anda sendiri, bagaimanapun juga, anda sangat direkomendasikan untuk menggunakan distribusi linux mayor, yang memberikan dukungan terhadap semua perangkat keras dan aplikasi yang umum digunakan. Adapun beberapa distribusi mayor yang direkomendasikan adalah:

– Ubuntu
– OpenSUSE
– Mandriva (dulu menggunakan nama mandrake)
– Debian
– Fedora Core
– Knoppix
– dll

Sebetulnya masih banyak distribusi lain yang juga cukup populer, cuma tidak bisa disebutkan semuanya satu persatu. Untuk informasi yang lebih detail tentang distribusi linux, FreeBSD dan Solaris, silahkan kunjungi http://www.distrowatch.com. Informasi yang disediakan cukup lengkap, dari mulai daftar distribusi linux yang beredar di seluruh dunia, poling distribusi yang paling banyak digunakan, informasi tentang masing-masing distribusi beserta review dan alamat website-nya.

6. KESIMPULAN

Pada bab ini, kita telah mempelajari:

1. Linux merupakan implementasi dari UNIX.
2. Sistem operasi linux ditulis menggunakan bahasa pemrograman C.
3. “De gustibus et coloribus non disputandum est”, terdapat linux untuk semua orang.
4. Linux menggunakan utilitas dari GNU, satu set utilitas standar yang tersedia secara bebas untuk mengelola sistem operasi.

7. LATIHAN

Sebuah latihan praktis untuk para pemula: install salah satu distribusi linux pada komputer pribadi anda. sebaiknya baca dulu petunjuk instalasi untuk distribusi tersebut dan atau Installation HOWTO dan kerjakanlah (kebanyakan kesalahan yang terjadi akibat dari tidak membaca petunjuk instalasi yang disediakan, dengan membaca pesan-pesan pada saat instalasi dengan cermat merupakan langkah awal untuk menuju jalan kesuksesan).

Beberapa hal yang perlu anda ketahui sebelum mulai menginstal linux:

1. Apakah distribusi yang dipilih dapat digunakan pada komputer saya?
Jika anda ragu tentang kompatibilitas perangkat keras anda, silahkan kunjungi http://www.tldp.org/HOWTO/Hardware-HOWTO/index.html atau bacalah tutorial tentang Hardware HOWTO.

2. Tipe keyboard yang digunakan (jumlah tombol, tata letak atau layout)? Tipe mouse yang digunakan (serial/paralel/usb, jumlah tombol)? Berapa kapasitas RAM?

3. Apakah akan menggunakan tipe instalasi workstations ataukah server, atau apakah perlu untuk memilih paket-paket secara spesifik?

4. Apakah akan menginstal lewat Hard Disk, Optical Drive (CDROM, DVDROM, dll), atau menggunakan jaringan? Perlukah mengadaptasi BIOS? Apakah metode instalasinya memerlukan Boot Disk?

5. Apakah linux merupakan satu-satunya sistem operasi yang digunakan dalam komputer ini, atau akan menggunakan instalasi dual-booting (dua sistem operasi dalam satu mesin)? Haruskah saya membuat partisi yang cukup besar dengan tujuan supaya nantinya dapat menginstal sistem operasi yang lain?

6. Apakah komputer ini berada dalam sebuah jaringan? apa hostname dan IP Address-nya? Apakah terdapat server gateway yang lain atau mesin jaringan penting lainnya dimana komputer saya harus terhubung? (linux diharapkan untuk digunakan dalam suatu jaringan, dengan tidak menggunakan fasilitas jaringan atau kesalahan dalam mengkonfigurasi dapat mengakibatkan proses start up yang lambat)

7. Apakah komputer ini berfungsi sebagai gateway/router/firewall? (jika anda harus memikirkan terlebih dahulu tentang pertanyaan ini, mungkin jawabannya tidak)

8. Proses pembuatan partisi (partitioning): untuk kali ini biarkan sistem yang melakukannya untuk anda, kita akan membahas tentang partisi secara lebih detail nanti pada tutorial selanjutya. Terdapat dokumentasi spesifik tentang suatu sistem yang disediakan jika anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang proses ini. Jika distribusi linux anda tidak menawarkan proses pembuatan partisi secara default, maka hal itu berarti, mungkin distribusi tersebut tidak cocok untuk pengguna baru.

9. Apakah sistem akan start up kedalam modus teks atau grafis?

10. Pikirkanlah sebuah password yang bagus untuk pengelola sistem (root). Buatlah minimal satu buah user (yang tidak mempunyai akses yang tidak terbatas terhadap sistem).

11. Apakah rescue disk diperlukan? (direkomendasikan untuk memilikinya)

12. Bahasa apakah yang ingin digunakan?

Kita akan melangkah ke bab selanjutnya jika proses instalasi sudah berhasil dilakukan.

Selamat mencoba, dan jangan mudah menyerah..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: